Punyai tubuh sehat, bugar, dan kuat merupakan idaman setiap orang. Selain dengan berolahraga, cara lainnya adalah dengan menjaga pola makan serta diet sehat.
Berikut ini berbagai macam tipe diet yang bisa menjadi pilihan untuk tubuh lebih fit, dan juga bisa untuk menurunkan berat badan. Apa saja?
1. Diet intermittent fasting
Konsep diet intermittent fasting ini populer di kalangan masyarakat dan mudah untuk diterapkan. Intermittent fasting selain berfokus pada asupan kalori yang masuk, diet ini juga menekankan pada waktu dan siklus antara makanan dan puasa, jadi ada jeda di antaranya.
Contohnya, kamu dapat makan dan minum selama 8 jam saja asalkan tidak berlebihan dan melewati kalori harian, dan sisa 16 jam berikutnya kamu akan berpuasa dan tidak boleh mengonsumsi segala makanan dan minuman yang berkalori tinggi.
Dalam diet ini, tidak ada pantangan makanan apa pun, asalkan segala makanan dan minuman yang disantap tidak berkalori tinggi. Secara umum, kebutuhan kalori harian rata-rata untuk pria dewasa adalah 2.500 kalori, sedangkan untuk perempuan dewasa sekitar 2.000 kalori.
2. Diet vegan dan vegetarian
Serupa tapi tak sama, bentuk diet ini meski sama-sama tidak mengonsumsi olahan hewani, namun memiliki perbedaan yang mendasar.
Vegan tidak makan segala bentuk produk hewani dan turunannya. Bisa dibilang, vegan adalah bentuk dari vegetarian yang paling ketat karena juga selaras dan merasuk dengan gaya hidup seseorang.
Vegan benar-benar tidak memakan produk turunan seperti susu, telur, keju. Mereka menggantinya dengan tahu, tempe, dan susu almond atau kedelai.
Sedangkan vegetarian juga tidak makan produk hewani, namun masih mengonsumsi produk turunannya seperti susu, telur, dan keju.
Berbeda dengan vegetarian yang masih menolerir segala bentuk hal hewani dalam hidup selain dalam makanan, seorang vegan bahkan juga tidak menolerir apapun dari segala bentuk dari hewan, mulai dari kosmetik hingga produk rumah tangga lainnya.
3. Diet keto
Diet keto bukan singkatan dari diet ala Kak Seto, ya. Dilansir Medical News Today, diet ketogenik adalah diet untuk mengurangi asupan karbohidrat dan meningkatkan asupan lemak. Terdengar aneh mungkin, kok malah meningkatkan asupan lemak?
Dalam diet ini, tubuh mendapatkan energi dari pembakaran lemak, bukan dari karbohidrat. Lemak yang dianjurkan juga bukan lemak jenuh yang sering ditemukan dalam daging olahan, makanan beku, dan makanan cepat saji.
Lemak yang dikonsumsi adalah lemak baik seperti alpukat, kelapa, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak ikan, dan minyak zaitun, yang bisa kamu ditambahkan ke dalam makanan dengan bebas.
Diet keto mampu mengeluarkan simpanan gula dan karbohidrat sebagai sumber energi, dan menggantinya dengan asupan protein lemak. Kondisi inilah yang disebut dengan proses ketosis.
4. Diet paleo
Diet paleo termasuk bentuk diet yang unik, karena di sini kamu akan sejenak berubah sebagai manusia purba di zaman paleolitikum sebelum ditemukannya konsep pertanian sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Diet paleo menekankan pada konsumsi sumber makanan yang dapat dipancing, diburu, atau bisa dipetik hasilnya. Contohnya seperti protein rendah lemak, makanan laut, daging merah, buah-buahan, sayur mayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Dalam diet ini, kamu tidak dianjurkan untuk mengonsumsi segala produk susu, gula, produk gandum, serta makanan yang diproses seperti gandum dan kentang juga tidak termasuk.
Manfaat dari diet paleo termasuk efektif untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat harian. Selain itu, diet ini juga mampu mengurangi kadar gula dan tekanan darah, serta kolesterol.
Namun ingat, mengurangi asupan kalori saja tidak cukup. Jangan lupa untuk melakukan diet disertai dengan berolahraga secara rutin demi hasil maksimal, minimal 30 menit setiap hari.
Melakukan diet juga jangan asal, perlu anjuran dari ahli gizi atau konsultasi ke dokter, karena setiap tubuh manusia punya kondisi yang berbeda-beda. Selamat diet dengan semangat!
