Jangan ikuti perkataan orang-orang julid di luar sana yang membuatmu jadi buru-buru menikah. Pernikahan merupakan peristiwa sakral, berurusan langsung dengan Tuhan, dan hanya untuk sekali seumur hidup.
Tentunya menikah tidak bisa sembarangan, jangan sampai momen sakral ini menjadi kurang maksimal karena terburu-buru dan belum siap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius
Ingat, ini dunia nyata, bukan sedang bermain game simulasi yang bisa di-save dan load seenak hati jika pernikahan sedang mengalami masalah.
Untuk itu, jangan sampai kamu memutuskan untuk menikah karena beberapa alasan ini, apa saja?
1. Terlanjur lama berpacaran
Sebenarnya kamu tidak merasa cocok dengan pasanganmu sekarang, namun kamu enggan putus karena terlanjur lama pacaran.
Kamu juga malas mencari pasangan lagi dan memulai hubungan dari awal. Akhirnya, kamu tetap memutuskan menikah dengan dia.
Padahal durasi lama atau tidaknya suatu hubungan tidak menjamin kecocokan, apalagi jika kamu dan pasangan memang merasa tidak cocok di awal, jangan dipaksakan untuk menikah.
Sebelum hubungan menjadi serius, jangan takut untuk ungkapkan perasaanmu kepada pasangan bahwa kamu tidak menemukan chemistry, dan merasa bahwa he/she isn’t the one.
2. Balas dendam pada mantan
Memang sakit rasanya melihat mantan berada di pelaminan, dan bukan dengan kita. Namun memutuskan untuk menyusul mantan dengan menikahi orang lain secepatnya sebagai upaya balas dendam, bukanlah strategi yang tepat.
Memangnya apa yang kamu hendak tunjukkan, sih? Bahwa kamu baik-baik saja meski tanpa dia? Atau ada orang lain yang juga ingin serius denganmu?
Jangan sampai masa lalu menghantuimu. Lupakan mantan, dan coba untuk menata hidup baru, sambil berdoa dan memantaskan diri untuk segera mendapatkan yang terbaik!
3. Menikah karena harta
Meskipun terdengar seperti plot cerita sinetron, tapi nyatanya hal ini banyak terjadi, lho. Beberapa orang mantap untuk menikah karena silau dengan kekayaannya saja. Padahal bisa jadi hati berkata tidak.
Sebelum memutuskan untuk menikah, kamu harus luruskan niat terlebih dahulu. Memang dalam hidup membutuhkan uang, tapi yakin kamu bisa mencintai seseorang hanya dari harta?
Jika nanti dalam perjalanan hubungan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti bangkrut dan terlilit utang, apakah rasa cinta dan kelangsungan pernikahan juga ikut hilang?
4. Dikejar umur
Tidak bisa dimungkiri bahwa alasan ini paling banyak ditemui, khususnya para perempuan. Ada perumpamaan bahwa perempuan semakin tua ada masa expired, semakin tua akan semakin tidak dipilih. Sungguh jahat perumpamaan ini, ya?
Padahal, sebenarnya jika memang belum menemukan pasangan yang cocok, memutuskan untuk melajang terlebih dahulu serta menunda untuk menikah bukanlah masalah.
Daripada galau, lebih baik kamu tetap fokus untuk terus meningkatkan kualitas diri. Sehingga nanti akan ada pasangan yang pantas dan menerima dirimu apa adanya. Ingatlah bahwa “jodoh adalah cerminan diri”.
5. Tuntutan orang tua
“Itu lho nak, anak teman mama seumuran kamu udah pada nikah. Kamu kapan?”
“Duh nak, mama ingin segera momong cucu nih. Buruan nikah, gih.”
Serta berbagai ucapan lainnya yang mungkin familiar kamu dengar dari para orang tua.
Memang, di Indonesia para orang tua masih memiliki andil yang besar dalam menentukan kehidupan anaknya, khususnya dalam pernikahan.
Berusahalah dengan baik dan sopan untuk menjelaskan kepada orang tua alasanmu belum menikah jika kamu mengalaminya. Jangan lupa tetap meminta doa restu kepada mereka.
Hindari konflik sekecil mungkin agar tidak membuat mereka kesal serta menimbulkan perdebatan yang nantinya akan kamu sesali.
Itulah beberapa alasan yang salah saat memutuskan untuk menikah. Ingatlah bahwa hidup bukan sebuah ajang balapan tentang siapa yang akan ke pelaminan duluan.
Semua orang punya ritme dan fase hidupnya masing-masing. Yang penting tidak merugikan orang lain dan kita bisa menjalani proses ini dengan bahagia. Semangat!