Puasa yang kita kenal adalah menahan lapar, haus, dan hawa nafsu mulai dari Subuh hingga Maghrib. Kalau dihitung durasinya sekitar 13 jam lamanya. Tapi itu hanya terjadi di Indonesia. Di negara lain, durasi puasanya berbeda-beda. Ada durasinya lebih pendek sekitar 9 jam. Tapi ada juga yang lebih panjang hingga dari 20 jam lamanya. Kebayang gak sih rasanya puasa selama itu?
Perbedaan waktu ini terjadi karena adanya rotasi dan revolusi bumi. Hal ini membuat beberapa tempat punya siang atau malam yang lebih lama. Terbit dan tenggelamnya matahari menjadi patokan untuk menjalankan puasa. Sahur dilakukan sebelum matahari terbit. Sementara buka puasa saat matahari tenggelam.
Jadi, ketika suatu tempat mengalami siang yang lebih lama, maka puasanya juga akan lebih lama. Negara-negara yang dekat dengan Kutub Utara durasi puasanya lebih panjang. Soalnya kemiringan sumbu bumi di sebelah utara mengarah ke matahari. Jadi, waktu siangnya cenderung panjang. Sementara Indonesia punya durasi siang malam yang pas karena berada di garis khatulistiwa. Alhamdulillah!
Untuk lebih jelasnya, inilah beberapa durasi puasa di berbagai negara di dunia.
1. Greenland – 20 jam
2. Norwegia – 20 jam
3. Finlandia – 20 jam
4. Swedia – 19 jam
5. Jerman – 19 jam
6. Denmark – 18,5 jam
7. Polandia – 18,5 jam
8. Inggris – 18,5 jam
9. Kazakhstan – 18,5 jam
10. Belgia – 18 jam
11. Swiss – 19 jam
12. Rumania – 17,5 jam
13. Rusia – 17 jam
14. Prancis – 17 jam
15. Italia – 17 jam
16. Afghanistan – 17 jam
17. Turki – 16,5 jam
18. Pakistan – 16 jam
19. Jepang – 16 jam
20. India – 15 jam
21. Arab Saudi – 15 jam
22. Yaman – 14 jam
23. Thailand – 14 jam
24. Zimbabwe – 12 jam
25. Brasil – 12 jam
26. Uruguay – 11 jam
27. Paraguay – 11 jam
28. Selandia Baru – 11 jam
29. Afrika Selatan – 11 jam
30. Argentina – 11 jam
Biarpun Indonesia bukan menjadi negara dengan durasi puasa yang paling singkat. Tapi bisa dibilang, kita cukup beruntung karena punya durasi puasa yang pendek. Sehingga patut buat disyukuri.