Mengapa Orang Gak Mau Stay at Home Lagi Walaupun Masih Pandemi

Pandemi belum selesai. Walaupun demikian, sebagian orang sudah terlihat menjalankan aktivitas di luar dan berada dalam keramaian seperti pelesir atau makan di restoran. Sejumlah negara juga sudah membuka perbatasan. Turis bisa kembali jalan-jalan.

Di beberapa negara juga gak lagi wajib pakai masker. Padahal kasus COVID-19 masih terus bermunculan. Setiap hari kita masih melihat laporan jumlah orang yang positif dan meninggal dunia. Tapi, kenapa ya kita terkesan sudah santai menghadapi pandemi?

Bye Stay at Home

Kelonggaran di masa pandemi bisa terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari tuntutan pekerjaan, jumlah kasus menurun, vaksin, hingga rasa jenuh. Tapi, secara psikologi hal tersebut juga disebabkan karena kita yang gak bisa berpikir rasional.

Dilansir laman Psychology Today, psikolog Julia Shaw Ph.D. dalam tulisan berjudul Why Some People Are Still Not Staying at Home, pandemi membuat kita berimajinasi dan takut. Soalnya banyak hal yang gak pasti.

Reaksi semacam ini disebut emotional epidemiology. Kita lebih suka menjauh dari kerumitan karena takut. Lalu, memilih menyederhanakan pemikiran. Kita juga jadi gak rasional. Hal ini terjadi karena beberapa alasan di antaranya:

1. Ketidakmampuan menangkap persoalan

Kita berusaha untuk memahami masalah yang besar dan kompleks. Rasanya seperti berada dalam film, bukan di kehidupan nyata. Ketidakmampuan untuk menangkap memahami pandemi secara utuh ini menyebabkan kita menyangkal kenyataan.

2. Terbawa angan-angan

Kita mencoba menghibur diri. Caranya dengan hanya membaca apa yang ingin kita baca. Sehingga kita jadi terjebak dalam angan-angan buatan sendiri. Angan-angan dari tindakan tersebut memang bisa meredam situasi.

3. Gak percaya

Bahkan setelah 2 tahun berjalan, masih ada sebagian orang yang gak percaya pandemi. Menganggap pandemi adalah sebuah konspirasi. Kemudian menyalahkan orang lain. Meskipun dampaknya sudah ada di depan mata. Tapi, tetap saja gak percaya.

4. Kebingungan

Kita gak tahu apa yang harus dilakukan. Apalagi dengan banyaknya informasi dan kebijakan pemerintahan yang serba gak tentu. Kita pun jadi gak berdaya. Sehingga ogah buat berperilaku dengan benar. Sebagai gantinya, kita menggunakan intuisi sebagai panduan.

Terlepas dari itu, untungnya sekarang kita bisa lebih lega. Soalnya kita sudah bisa beraktivitas dengan lebih leluasa. Walau belum 100% normal. Meskipun begitu, kita harus tetap waspada. Soalnya, pandemi masih ada. COVID-19 masih terus mengeluarkan varian terbarunya. Kasus bisa naik sewaktu-waktu. Waspadalah, waspadalah!

Diterbitkan oleh Zahra Fashion

Supplier Fashion Lokal dan Impor

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai